Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Penjahat itu Orang Miskin


Kejahatan bisa terjadi dimana saja. Pelakunya pun bisa siapa saja, tidak pandang bulu. Kejahatan itu luas cakupannya ada kejahatan kemanusiaan, ada kejahatan seksual, kekerasan, korupsi, kolusi, nepotisme, pencurian, penggelapan, mark up dan lain-lain.

Motif kejahatan kebanyakan bermotif ekonomi atau karena kebutuhan ekonomi.Namun ada pula yang karena keserakahan sehingga mendorong seseorang untuk berbuat kejahatan. Banyak contoh kejahatan yang disebabkan karena keserakahan seperti korupsi dan mark up.

Pelaku kejahatan menurut saya adalah orang-orang yang sangat miskin. Mereka terjebak dalam kemiskinan sehingga mereka rela menjadi seorang penjahat seorang mafia. Miskin disini tidak terbatas pada miskin secara ekonomi namun mereka adalah orang-orang yang miskin moral, miskin iman, miskin rasa kemanusiaan, miskin akan norma-norma.

Karena mereka miskin akan aspek-aspek tersebutlah mereka akhirnya berani berbuat kejahatan, mereka miskin iman sehingga mereka tidak takut lagi akan adanya pembalasan dari Tuhan yang Maha segalanya dan Tuhan yang Maha adil. Mereka tidak sadar bahwa setiap perbuatan pasti ada balasannya.

Mereka miskin moral, mereka berbuat kejahatan seakan mereka hidup sendiri, seakan mereka tidak terikat oleh moral dan norma-norma di masyarakat.

Miskin akan harta tidaklah hina, tidak pula memalukan. Yang hina dan memalukan adalah ketika kita sudah miskin iman, miskin moral, miskin norma-norma. Dan kemiskinan tersebut saya yakini akan bisa menghancurkan hidup orang banyak bahkan bisa menghancurkan suatu bangsa.

Semoga di negeri ini masih banyak orang memiliki kekayaan iman, kekayaan ahlak, kekayaan moral untuk dibagi kepada orang disekitarnya, menyebarkan kebaikan. Sehingga kita bisa mengikis kemiskinan akan iman, kemiskinan moral dan kemiskinan norma tersebut. Semoga!

Senin, 27 Februari 2012

Cinta Itu....

Cinta, cinta dan cinta. Kata Cinta selalu menjadi topik menarik dan tidak pernah habis dipuja dari dulu hingga sekarang bahkan mungkin sampai akhir zaman. Jutaan bahkan milyaran kata sanjungan, kata romantis tentang cinta sudah diciptakan dan diungkapakan para pecinta. Cinta dalam perjalanannya tidak selalu indah, ada duka, ada nestapa, ada sakit, ada air mata dan ada perjuangan didalamnya.

Cinta ternyata bukan hanya antara 2 orang manusia yang menjalin kasih. Tapi ternyata dibelakangnya banyak faktor pendukung cinta tersebut agar bisa berakhir indah dan membahagiakan. Saya yakin ada banyak orang menganalisa hal ini, namun sedikit saya hendak berbagi tentang unsur-unsur pembentuk cinta agar berakhir indah.

1. Agama/ Keyakinan
Cinta ternyata juga melibatkan agama dan kepercayaan, tidak percaya coba saja anda berpacaran lalu berencanalah untuk menikah, disini kita akan menemukan batu sandungan bahkan benteng yang sangat tinggi dan akan sangat sulit untuk dilewatinya. Selain karena konstitusi tidak mengakui pernikahan agama juga karena di Indonesia hal ini masih tabu.

2. Orang Tua
Cinta juga ternyata melibatkan orang tua, ya orang tua. terkadang kita akan berselisih paham dengan orang tua kita terkait dengan pilihan kita. Kadang yang kita mau berbeda dengan kriteria orang tua. Kita rasanya akan sangat sulit berbahagia tanpa restu dari orang tua terkait cinta yang akan dibina. Kita tentu tak ingin bahagian diatas tangis orang tua kita.

3. Kelurga Besar
Satu lagi, keluarga besar. Keluarga besar juga terkadang menjadi batu ganjalan. Kadang mereka kurang setuju dengan pilihan kita, kadang mereka meresa kurang sreg atau merasa tidak cocok. Memang tidak sevital yang kedua diatas tadi tapi tetap saja, karena kita hidup bersama mereka meski tidak setiap hari. Tapi pasti kita akan sering berinteraksi dengan mereka.

So, ternyata cinta itu komplek. Bukan cuma rasa, bukan cuma antara aku dan kamu tapi juga antara aku, kamu, Tuhan, Orang tua dan Keluarga. Semoga kebahagiaan cinta dapat kita miliki dengan selaras tanpa ada konflik dan air mata duka.